Posted on July 18th 2009, by Agus YDPGIN
Meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok di Pulau Nias , memaksa sebagian besar masyarakat untuk lebih bekerja dengan giat agar kebutuhan keluarga dapat tercukupi.
Seperti halnya yang dialami oleh Ama Rini Zebua, seorang warga Nias asal Desa Tumori yang berprofesi sebagai penarik becak mesin. Bermodalkan becak mesin butut yang dimilikinya, ia mengambil sebuah keputusan bulat untuk bekerja menarik becak dengan alasan banyak masyarakat yang menggunakan jasanya. Tahun 2006, ia mulai aktif menarik becak dan tahun tahun pertama bekerja, Ia sangat optimis dengan aktivitasnya tersebut karena penghasilannya sehari sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang ditanggungnya. Ya,,seorang istri dan 5 orang anak dapat saya hidupi “tuturnya. Ketika ditanya berapa pendapatannya sehari, dengan polos ia menjawab “bisa dapat 200 ribu rupiah,Pak!”.
Ia menambahkan, tahun tersebut merupakan tahun penuh anugrah dalam hidupnya..Banyak orang lebih memilih naik becak mesin daripada becak dayung dengan alasan lebih menghemat waktu. Ditambah lagi dengan ramainya orang orang yang datang dari luar negeri untuk memberikan bantuan pasca bencana gempa bumi yang melanda Pulau Nias di Maret 2005, tidak sungkan sungkan untuk memberi uang, lebih dari tarif yang sudah disepakati. Namun, seiring berjalannya waktu, kehidupan di Nias mulai normal kembali. Ini merupakan sebuah ancaman bagi profesi yang digelutinya selama ini. Betapa tidak, semakin banyak warga yang sebelumnya bekerja di kebun beralih profesi sebagai penarik becak mesin. Mudahnya mendapatkan motor sebagai bagian terpenting dari becak, dan banyak dealer motor yang menerapkan sistim pembayaran kredit jika membeli motor, sangat mempermudah warga untuk memiliki sebuah becak mesin. Ditambah lagi, warga yang sebelumnya tidak memiliki motor sangat sedikit, namun saat ini jumlah pemilik motor meningkat. Hal ini menyebabkan jumlah warga yang menggunakan fasilitas becak mesin berkurang sehinnga berdampak pada pendapatan saya hanya bisa mencapai 70 ribu rupiah sehari”jelasnya.
Namun ia tidak pesimis. Konsisten dengan keputusan yang sudah dibuatnya sejak awal memilih bekerja sebagai penarik becak mesin, Ia pun tetap menjalani profesinya dengan prinsip “asal ditekuni tidak akan ada masalah”. Dan terbukti, ia mampu menyekolahkan 4 orang anaknya dan merencanakan semua anaknya dapat mengikuti pendidikan sampai ke perguruan tinggi.
Nias dikatakan “merdeka” jika bebas dari KETERPURUKAN.